Sabtu, 15 Juni 2013

Komunikasi Efektif


Komunikasi efektif adalah tersampaikannya semua gagasan , tujuan, pesan dan perasaan dengan cara yang baik dan dalam komunikasi yang baik. Terdapat 5 prinsip penting dalam melakukan komunikasi yang efektif yaitu disebut dengan REACH, ke5 prinsip ini akan dijelaskan satu per satu sebagai berikut :
·         Respect
Rasa hormat dan saling menghargai, pada prinsipnya manusia itu ingin di hormati dan dianggap penting , jadi jika anda ingin di hormati dan dianggap penting perlakukanlah orang lain dengan baik dan sopan.jadi jika kita saling menghargai dan menghormati maka akan tercipta kerjasama yang menghasilkan sinergi maka hal ini akan meningkatkan efektivitas kerja baik didalam individu masing masing ataupun di dalam tim
·         Empathy
Empathy adalah kemampuan seseorang dalam menempatkan dirinya sendiri kedalam suatu permasalahan yang sedang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam sikap empati adalah kita harus mampu mendengarkan dan mengerti orang lain sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.
·         Audible
Audible adalah dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Jika empati kita harus mampu mendengarkan dengan baik lalu memberikan umpan balik, maka kalau audible pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh si pendengar
·         Care
Care adalah perhatian mengenai apa yang disampaikan oleh si penyampai sehingga si penyampai itu merasa diperhatikan. Care juga bisa berarti menyimak dengan seksama apa yang disampaikan oleh si penyampai
·         Humble
Humble adalah rendah hati. Prinsip yang terakhir Dalam menciptakan komunikasi yang efektif adalah sifat rendah hati sifat rendah hati ini berkaitan dengan prinsip yang pertama yaitu menghargai orang lain karena dalam menghargai orang sangat di butuhkan sekali sifat rendah hati.

Kreativitas Individu Dan Team Proses Inovasi



Kreativitas  merupakan pikiran untuk menciptakan sesuatu yang baru,  sedangkan  inovasi adalah  melakukan  sesuatu yang baru. Hubungan  keduanya  jelas. Inovasi merupakan aplikasi praktis dari kreativitas. Dengan  kata lain, kreativitas bisa merupakan variabel bebas, sedangkan inovasi adalah variabel tak bebas. Beberapa faktor penghambat dalam kreativitas antara lain, sebagai berikut :
1. Hambatan persepsi
    · Melihat apa yang diharapkan untuk dilihat
    · Kesulitan dalam masalah yang terisolasi
    · Tidak membatasi masalah
    · Tidak dapat melihat masalah dari berbagai sudut pandang
2. Hambatan perasaan
    · Takut salah
    · Segan mengalami perubahan
    · Tidak mampu santai
    · Ingin selesai dengan cepat
    · Tidak ada hambatan
3. Hambatan budaya
    · Berkhayal buang waktu
    · Main-main hanya untuk anak
    · Logika dan fakta
    · Tradisi dan tabu
4. Hambatan imajinasi
    · Tidak mampu membedakan realita dan fantasi
    · Tidak member kesempatan pada daya imajinasi
    · Control yang ketat pada alam pra sadar
5. Hambatan intelek
    · Tidak fleksibel
    · Kurang dan tidak teliti akan informasi
    · Kurang kemamuan pengetahuan
    · Metode salah
6. Hambatan ekspresi
    · Eterampilan bahasa dalam mengungkapkan gagasan
    · Tidak dapat mencatat ide dengan cepat
7. Hambatan lingkungan
    · Kurang kerja sama
    · Atasan yang otokratis
    · Tugas tidak mendukung
    · Organisasi tidak sesuai

Tipologi Budaya Organisasi

Pengertian Tipologi merupakan suatu pengelompokan bahasa berdasarkan ciri khas tata kata dan tata kalimatnya (Mallinson dan Blake,1981:1-3).
Tipologi budaya organisasi bertujuan untuk menunjukkan aneka budaya organisasi yang mungkin ada di realitas, Tipologi budaya organisasi dapat diturunkan dari tipologi organisasi misalnya dengan membagi tipe organisasi dengan membuat tabulasi silang antara jenis kekuasaan dengan jenis keterlibatan individu di dalam organisasi.
Jenis kekuasaan dan keterlibatan individu dalam organisasi dibagi menjadi :
1. Koersif
2. Remuneratif
3. Normatif
A. Organisasi Koersif; adalah organisasi di mana para anggota organisasi harus mematuhi apapun peraturan yang diberlakukan.
B. Organisasi Utilitarian; adalah organisasi di mana para anggota diperlakukan secara adil dalam pekerjaan dan hasil sesuai dengan standart atau ketentuan yang yang disepakati bersama oleh anggota organisasi
C. Organisasi Normatif; adalah organisasi di mana para anggota organisasinya memberikan kontribusi tinggi pada komitmen karena menganggap organisasi adalah sama dengan tujuan diri mereka sendiri.

Pengertian Dan fungsi Budaya Organisasi



Pengertian Budaya Organisasi
 
Dalam buku Handbook of Human Resource Management Practice oleh Michael Armstrong pada tahun 2009, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan. Nilai adalah apa yang diyakini bagi orang-orang dalam berperilaku dalam organisasi. Norma adalah aturan yang tidak tertulis dalam mengatur perilaku seseorang.
Pengertian di atas menekankan bahwa budaya organisasi berkaitan dengan aspek subjektif dari seseorang dalam memahami apa yang terjadi dalam organisasi. Hal ini dapat memberikan pengaruh dalam nilai-nilai dan norma-norma yang meliputi semua kegiatan bisnis, yang mungkin terjadi tanpa disadari. Namun, kebudayaan dapat menjadi pengaruh yang signifikan pada perilaku seseorang.
 
Fungsi Budaya Organisasi
 
Budaya organisasi memiliki beberapa fungsi didalam suatu organisasi:
1.      budaya memiliki suatu peran batas-batas penentu; budaya menciptakan perbedaan antara satu organisasi dengan organisasi yang lain.
2.      budaya berfungsi untuk menyampaikan rasa identitas kepada anggota-anggota organisasi.
3.      budaya mempermudah penerusan komitmen hingga mencapai batasan yang lebih luas, melebihi batasan ketertarikan individu.
4.      budaya mendorong stabilitas sistem sosial.
5.      budaya bertugas sebagai pembentuk rasa dan mekanisme pengendalian yang memberikan panduan dan bentuk perilaku serta sikap karyawan.
 Menurut Sutrisno Edy (2010 ; 11) bahwa fungsi budaya kerja adalah sebagai perekat sosial dalam mempersatukan anggota-anggota dalam mencapai tujuan organisasi berupa ketentuan-ketentuan atau nilai-nilai yang harus dikatakan dan dilakukan oleh para karyawan. Hal ini dapat berfungsi pula sebagai kontrol atas perilaku para karyawan.

Implikasi Manajerial 3

Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata implikasi mempunyai arti akibat . dalam suatu kelompok kerja atau team work pasti ada implikasi manajerial sehingga segala kegiatan dari suatu team work tersebut lebih terencana dan juga terarah atau sudah di manage sehingga peluang dari suatu team work tersebut untuk mencapai tujaannya lebih besar. Akan tetapi jika orang yang melakukan manajerial tersebut melakukannya secara asal asalan atau tidak benar maka team work tersebut akan hancur dan tujuan dari team work tersebut tidak akan pernah tercapai.

Perencanaan Strategi Pengembangan Organisasi

Tahap 1 : Menetapkan tujuan atau serangkaian tujuan
Perencanaan dimulai dengankeputusan-keputusan tentang keinginan atau kebutuhan organisasi atau kelompok kerja.Tanpa rumusan tujuan yang jelas, organisasi akan menggunakan sumber daya sumberdayanya secara tidak efektif.

Tahap 2 : merumuskan keadaan saat ini
Pemahaman akan posisi perusahaansekarang dari tujuan yang hendak di capai atau sumber daya-sumber daya yang tersediauntuk pencapaian tujuan adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkutwaktu yang akan datang. Hanya setelah keadaan perusahaan saat ini dianalisa, rencanadapat dirumuskan untuk menggambarkan rencana kegiatan lebih lanjut. Tahap kedua inimemerlukan informasi-terutama keuangan dan data statistik yang didapat melaluikomunikasi dalam organisasi.

Tahap 3 : mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan
Segala kekuatan dankelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasikan untuk mengukurkemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor lingkungan intren dan ekstern yang dapat membantu organisasi mencapai tujuannya,atau yang mungkin menimbulkan masalah. Walau pun sulit dilakukan, antisipasi keadaan,masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi di waktu mendatang adalahbagian esensi dari proses perencanaan.

Tahap 4 : mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaiantujuan
Tahap terakhir dalam proses perncanaan meliputi pengembangaan berbagai alternatif kegiatan untuk pencapaian tujuan, penilaian alternatif-alternatif tersebut danpemilihan alternatif terbaik (paling memuaskan) diantara berbagai alternatif yang ada.

Langkah Langkah Perubahan Organisasi


1.   Mengadakan Pengkajian : Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
2.   Mengadakan Identifikasi : Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
3.   Menetapkan Perubahan : Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
4.   Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.
5.   Melakukan Evaluasi : Untuk mengetahui apakah hasil dari perubahan itu bersifat positif atau negatif, perlu dilakukan penilaian. Apabila hasil perubahan sesuai dengan harapan berarti berpengaruh postif terhadap organisasi, dan apabila sebaliknya berarti negatif.
6.   Mengadakan perubahan struktur organisasi.
7.   Mengubah sikap dan perilaku pegawai.
8.   Mengubah tata aliran kerja.
9.   Mengubah peralatan kerja.
10.        Mengubah prosedur kerja.
11.        Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar-personal.