Selasa, 01 Juli 2014

Perbedaan Komponen Proposal Ilmiah dan Non-Ilmiah

Proposal

       Proposal ialah merupakan sebuah pedoman kerja yang merangkap sebagai perencanaan dalam suatu kegiatan, memiliki konsep menyeluruh tentang unsur kegiatan yang akan dilakukan nanti mulai dari penggunaan waktu, urutan kegiatan, saat mulai, saat akhir, cara pelaksanaan kegiatan, pihak-pihak yang terkait, sarana yang dibutuhkan, dll.

                Proposal sangat penting dalam pengajuan untuk menentukan kesuksesan kegiatan yang akan dilakukan dan direncanakan mulai dari awal sampai akhir. Karena proposal bisa dijadikan senjata ampuh untuk menunjukan ide, rencana usaha, dan program kepada pihak yang berkepentingan. Fungsi proposal sangat penting untuk perseorangan dan lembaga yang ingin merencanakan usaha, program maupun kegiatan.

           Penyusunan proposal merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dan sebagai langkah awal untuk melaksanakan kegiatan. Dengan membuat proposal seseorang dituntut untuk merumuskan dengan jelas apa tujuan yang ingin dicapai. Dengan demikian sebuah organisasi dapat mengayunkan langkah dengan pasti dalam melaksanakan peneletiannya karena tanpa adanya keraguan lagi.

Ilmiah

Ilmiah merupakan karangan lmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:
• Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
• Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
• Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
• Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
• Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.

Non Ilmiah

Merupakan karangan yang bersifat rekaan atau dibuat-buat namun dalam pembuatannya tidak boleh sembarangan dalam menentukan unsur-unsurnya misal plot, konflik, dll.

 Perbedaan proposal ilmiah dan non-ilmiah

1. Proposal Ilmiah biasanya dibuat untuk mengajukan suatu kegiatan yang bersifat ilmiah seperti misal dalam penelitian. Unsur proposal ilmiah ini memiliki bentuk dan tujuan yang jelas untuk melakukan kegiatan serta memiliki standar tersendiri. sedangkan proposal non-ilmiah bisa diajukan untuk umum sebagai bentuk perencanaan kegiatan yang  mengaitkan unsur kefiksian atau dibuat-buat, namun tidak juga bisa sembarangan dalam membuat proposalnya.

2. Untuk isi proposal ilmiah adalah real objek yang akan diteliti memiliki unsur latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, tujuan. dll

Contoh proposal

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

    Teknologi wireless, memungkinkan satu atau lebih peralatan untuk berkomunikasi tanpa koneksi fisik, yaitu tanpa membutuhkan jaringan atau peralatan kabel. . Teknologi wireless menggunakan transmisi frekwensi radio sebagai alat untuk mengirimkan data, sedangkan teknologi kabel menggunakan kabel.       
       Jaringan Wireless berfungsi sebagai mekanisme pembawa antara peralatan atau antar peralatan dan jaringan kabel tradisional (jaringan perusahaan dan internet). Disini juga termasuk peralatan infra merah seperti remote control, keyboard dan mouse komputer wireless, dan headset stereo hi-fi wireless, semuanya membutuhkan garis pandang langsung antara transmitter dan receiver untuk membuat hubungan. 
1.2. Perumusan masalah

- Komponen apa saja yang ada di dalam teknologi wireless
- Apa resiko dalam keamanan teknologi wireless
- Bagaimana solusi untuk meningkatkan kemanan teknologi wireless

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang, tujuan penelitian ini ialah memberikan informasi keamanan teknologi wireless agar pembaca dapat memaksimalkan keamanan dalam penggunaan teknologi ini

1.4. Manfaat Penelitian

Diharapkan bisa memberikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat tentang keamanan teknologi wireless. Juga dapat sebagai tambahan solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi didalam teknologi wireless.

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1 Teknologi wireless


                  Teknologi wireless, dapat menggunakan satu atau lebih peralatan untuk berkomunikasi tanpa koneksi fisik, yaitu tanpa membutuhkan jaringan atau peralatan kabel. Teknologi wireless berkisar dari sistem komplek seperti Wireless Local Area Network (WLAN) dan telepon selular hingga peralatan sederhana seperti headphone wireless, microphone wireless dan peralatan lain yang tidak memproses atau menyimpan informasi.



2.2.     Jaringan Wireless


            Fungsi Jaringan Wireless sebagai mekanisme pembawa antara peralatan atau antar peralatan dan jaringan kabel tradisional. Jaringan wireless ada 3 kelompok : Wireless Wide Area Network (WWAN), WLAN, dan Wireless Personal Area Network (WPAN).  WWAN meliputi teknologi dengan daerah jangkauan luas seperti selular 2G, Cellular Digital Packet Data (CDPD), Global System for Mobile Communications (GSM), dan Mobitex.

2.3.     Kemunculan Teknologi Wireles

            Peralatan handheld mempunyai kegunaan yang terbatas karena ukurannya dan kebutuhan daya. Tapi, teknologi berkembang, dan peralatan handheld menjadi lebih kaya akan fitur dan mudah dibawa.
   

sumber :
http://ranibanyu.blogspot.com/2011/03/proposal-dan-laporan-tugas-ii-bahasa.html 
http://anggit807.blogspot.com/2014/07/proposal-ilmiah-dan-non-ilmiah.html 

0 komentar:

Poskan Komentar